| dr. Maya Chintya Rambitan, M.Kes (Foto Ist/Mira) |
Minahasa|||CMN- Mengawali tahun 2022, curah hujan yang cukup tinggi terjadi di Sulawesi Utara (Sulut), termasuk di Kabupaten Minahasa.
Meningkatnya curah hujan ini, Kasus Demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Minahasa, sangat rawan terjadi peningkatan. Untuk itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa yang dipimpin oleh dr. Maya Chintya Rambitan, M.Kes meminta agar masyarakat untuk waspada.
"Patut kita ketahui bersama, DBD adalah penyakit yang juga bisa menyebabkan kematian. Di tahun 2021 sesuai data kasus DBD di Kabupaten Minahasa ada 113, sebanyak 2 Kasus kematian. Sementara itu, diawal tahun 2022 ini, pertanggal 13 Januari sudah ada 2 kasus penyakit yang disebar oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti." jelas Rambitan, kepada wartawan cahayamanadonews.com, beberapa waktu lalu.
Rambitan mengakui, seluruh puskesmas se-Kecamatan Minahasa, terus mengantisipasi dengan melakukan penyemprotan/fogging insektisida untuk membunuh nyamuk.
Namun walau dilakukan penyemprotan/fogging dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk menerapkan 3 M Plus dan membiasakan budaya Gerakan masyarakat Hidup Sehat (Germas).
Lebih jelasnya lagi, bagaimana cara menerapkan 3M, diantaranya yaitu menguras dan menutup tempat yang sering dijadikan penampungan air, serta mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi jadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Sementara itu untuk Plus-nya ialah, upaya pencegahan tambahan lain, seperti memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, bergotong-royong membersihkan lingkungan, hingga menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, salah satunya adalah lotion anti nyamuk yang bisa didapat dengan mudah di sekitar rumah. (MiRa)




